Home » » kesenjangan sosial ekonomi

kesenjangan sosial ekonomi

 Kesenjangan Sosial Ekonomi


Tujuan Pembelajaran :

1. Siswa mampu menjelaskan materi sosiologi tentang Kesenjangan Sosial Ekonomi Yang Ada Di Masyarakat

2. Siswa Mampu Memahami Faktor Penyebab dan upaya menguranggi kesenjangan sosial ekonomi yang ada di masyarakat

3. Siswa mampu mendeskripsikan apa yang di maksud dengan kesenjangan sosial.

    Secara etimologis kesenjangan berarti tidak seimbang, tidak simetris. atau berbeda. Kesenjangan sosial ekonomi dapat diartikan sebagai tingkat pertumbuhan sosial ekonomi yang tidak sama. Kondisi ini terjadi pada masyarakat yang melaksanakan pembangunan atau modernisasi. Hal ini terjadi karena kurang adanya kesempatan untuk memperoleh sumber pendapatan, kesempatan kerja, kesempatan berusaha, dan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan. Semakin besar perbedaan untuk mendapat kesempatan-kesempatan tersebut, semakin besar pula tingkat kesenjangan sosial ekonomi yang terdapat di masyarakat. Sebaliknya semakin kecil perbedaan kesempatan-kesempatan tersebut, semakin kecil pula tingkat kesenjangan sosial ekonomi yang terjadi. Untuk itu pemerintah perlu membuka kesempatan kerja yang lebih luas atau lebih besar bagi warga masyarakat.


Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesenjangan sosial ekonomi antara lain sebagai berikut.


1.Tidak meratanya pembagian hasil pembangunan antardaerah sebagai akibat kebijakan politik dan kekurangsiapan sumber daya manusia (SDM).


2.Menurunnya pendapatan per kapita sebagai akibat pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi tanpa diimbangi peningkatan poroduktivitas.


3.Rendahnya mobilitas sosial sebagi akibat sikap mental tradisional yang kurang menyukai persaingan dan kewirausahaan.


4.Hancurnya industri kerajinan rakyat sebagai akibat monopoli para pengusaha yang bermodal besar.


Upaya Mengurangi Kesenjangan Sosial Ekonomi


    Kesenjangan sosial ekonomi yang terjadi karena faktor ketidakadilan dalam memberi kesempatan berusaha sering terjadi karena adanya praktik monopoli, kolusi, korupsi dan nepotisme. Berbagai praktek ketidakadilan dapat memperbesar jumlah orang miskin dan frustasi. Di sisi lain, praktik tersebut dapat memperkaya orang yang sudah kaya. Apabila hal itu terus terjadi maka akan timbul kecemburuan sosial yang dapat memicu disintegrasi sosial. 

Untuk itu, diperlukan upaya dalam mengurangi kesenjangan sosial ekonomi. Di antaranya adalah sebagai berikut.


1.Meningkatkan kemampuan manajemen berusaha.


2.Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA).


3.Memaksimalkan fungsi KUT, KUD, dan Bank Perkreditan Rakyat.


4.Menyalurkan kredit investasi kecil (KIK), Kredit Usaha Rakyar( KUR), dan lain-lain.


5.Peningkatan dan pembinaan ekonomi kerakyatan, seperti koperasi dan sektor informal.


6.Meningkatkan kerja sama antara pengusaha besar dan pengusaha kecil dengan sistem bapak asuh.


    Dari sekian upaya tersebut, yang paling penting adalah upaya seluruh masyarakat untuk mengurangi kesenjangan sosial ekonomi dengan meningkatkan etos kerja yang produktif, meningkatkan SDM, serta memupuk rasa kebersamaan, persatuan, dan kesatuan sebagai bangsa Indonesia.





Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Sample Text

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate another link velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.
Copyright © blog belajar ilmu sosiologi | Powered by Blogger